Showing posts with label Tekno. Show all posts
Showing posts with label Tekno. Show all posts

Sunday, March 22, 2009

Wi-Fi


Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Spesifikasi

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
  • 802.11a
  • 802.11b
  • 802.11g
  • 802.11n


Spesifikasi Wi-Fi

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

  • Channel 1 - 2,412 MHz;
  • Channel 2 - 2,417 MHz;
  • Channel 3 - 2,422 MHz;
  • Channel 4 - 2,427 MHz;
  • Channel 5 - 2,432 MHz;
  • Channel 6 - 2,437 MHz;
  • Channel 7 - 2,442 MHz;
  • Channel 8 - 2,447 MHz;
  • Channel 9 - 2,452 MHz;
  • Channel 10 - 2,457 MHz;
  • Channel 11 - 2,462 MHz


Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).

Wi-fi Hardware

Wi-fi dalam bentuk PCI

Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :

  • PCI
  • USB
  • PCMCIA
  • Compact Flash


Wi-fi dalam bentuk PCI




Wi-fi dalam bentuk USB





Mode Akses Koneksi Wi-fi

Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu

Ad-Hoc

Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point

Infrastruktur

Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

Sistem Keamanan Wi-fi

Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:

  1. WPA Pre-Shared Key
  2. WPA RADIUS
  3. WPA2 Pre-Shared Key Mixed
  4. WPA2 RADIUS Mixed
  5. RADIUS
  6. WEP

Popularitas Wi-fi

Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.

Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbuck dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Mister Bean Coffee di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.

Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).

Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).

Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.

Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.

Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).

Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.

Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.

Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.

Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan

Saturday, March 21, 2009

Macam-macam Socket Processor

Socket 1
Socket 1 adalah socket yang kedua dari satu rangkaian socket baku yang diciptakan oleh Intel di mana berbagai x86 mikro prosesor telah diisi. Socket 1 adalah suatu upgrade standard yang pertama Intel's PGA socket dan yang pertama dengan suatu tujuan pejabat. Socket 1 dimaksudkan sebagai 486 socket upgrade, dan menambahkan satu ekstra untuk mencegah upgrade kemasukan/disisipi ke dalam socket yang lebih tua. Socket 1 adalah suatu 169 peniti/lencana LIF/ZIF PGA ( 17x17) socket yang pantas untuk 5-Volt, 16 sampai 33 MHz 486 SX, 486 DX, 486 DX2 dan DX4 Pengolah Alat penambah kecepatan.
Socket 2
Socket 2 adalah salah satu dari rangkaian socket di mana berbagai x86 mikro prosesor telah diisi. Socket 2 adalah suatu pembaharuan dari Socket 1 dengan menambahkan pendukungan untuk Pentium Pengolah Alat penambah kecepatan. Socket 2 adalah suatu 238-pin penyisipan rendah yang terkesan memaksa atau nol kekuatan penyisipan PGA socket dengan peniti/lencana mengatur, yang diatur oleh suatu 19 oleh 19 panggangan. Socket pantas untuk 5-volt, 25 sampai 50 MHz 486 SX, 486 DX, 486 DX2, 486 DX4, DX4 Alat penambah kecepatan dan 63 atau 83 MHz Pentium Pengolah Alat penambah kecepatan.
Socket 3
Socket 3 adalah suatu jenis socket CPU ke dalam mana berbagai x86 mikro prosesor telah dimasukkan/disisipkan. Socket 3 biasanya ditemukan di samping/sepanjang suatu socket sekunder yang dirancang untuk suatu math coprocessor memotong, dalam hal ini yang 487. Adanya Socket 3 diakibatkan oleh ciptaan Intel's mikro prosesor voltase lebih rendah. Suatu upgrade ke Socket 2, mengatur kembali tataruang peniti/lencana Socket 2 dan menghilangkan satu peniti/lencana. Socket 3 adalah suatu 237-pin LIF/ZIF PGA ( 19x19) adalah socket yang pantas untuk yang 3.3 V dan 5 V, 25–50 MHz 486 SX, 486 DX, 486 DX2, 486 DX4, 486 Alat penambah kecepatan Dan Pentium Pengolah Alat penambah kecepatan.
Socket 4
Socket 4 diperkenalkan pada tahun 1993, adalah socket CPU yang pertama dirancang untuk awal Pentium pengolah. Socket 4 adalah satu-satunya 5 volt Pentium socket. Setelah socket 4 Intel menswitch kepada yang 3.3 volt socket bertenaga mesin 5. Socket 4 mendukung suatu Pentium Alat penambah kecepatan khusus, Yang mengijinkan menabrak 120 MHz ( untuk/karena yang 60 MHz Pentium) atau 133 MHz ( untuk/karena yang 66 MHz Pentium).
Socket 5
Socket 5 telah diciptakan untuk generasi Intel Pentium pengolah yang kedua yang beroperasi pada kecepatan dari 75 sampai 133 MHz seperti halnya Pentium Pengolah Alat penambah kecepatan tertentu. Pentium MMX Pengolah bukanlah kompatibel dengan Socket 5. Terdiri dari 320 pins,Core Voltase 3.3V , ini adalah socket yang pertama untuk menggunakan suatu array panggangan peniti/lencana yang pada saat itu masih berjalan sempoyongan, atau SPGA. Disain ini mengijinkan chip tersebut untuk menyematkan dan akhirnya jadilah semakin dekat spaced bersama-sama. Socket 5 telah digantikan oleh Socket 7.
Socket 6
Socket 6 adalah suatu 486-generation socket CPU, suatu versi modifikasi Socket yang semakin umum. Intel merancang standar baru dan dekat dengan ujung pasar 80486's life, pada saat itu sedikit motherboards telah diproduksi, terutama ketika Socket 3 standard telah cukup. Spesifikasi: 3.3 V keluaran elektrik mendukung Intel [itu] 80486DX4 dan Pentium Alat penambah kecepatan 235 peniti/lencana ZIF socket.
Socket 7
Socket 7 adalah suatu phisik dan spesifikasi elektrik untuk suatu x86-style socket CPU pada suatu motherboard komputer pribadi. Socket 7 menggantikan Socket yang lebih awal yaitu Socket 5, dan menerima Pentium mikro prosesor yang dihasilkan oleh Intel, seperti halnya dapat dipertukarkan dibuat oleh Cyrix/IBM, AMD, IDT dan orang yang lain. Socket 7 adalah satu-satunya socket yang mendukung suatu cakupan luas CPU dari pabrik berbeda dan suatu cakupan luas kecepatan. Perbedaan antar Socket 5 dan Socket 7 adalah bahwa Socket 7 mempunyai suatu peniti/lencana ekstra dan dirancang untuk menyediakan voltase rel dipisah rangkap, sebagai lawan Socket 5 yang memiliki voltase tunggal 5's. Pengolah yang menggunakan Socket 7 adalah AMD K5 dan K6, Cyrix 6x86 dan 6x86 MX, IDT WinChip, Intel Pentium ( 2.5V ke 3.5V, 75 sampai 200 MHz), Pentium MMX ( 166 sampai 233 MHz), dan Teknologi Kenaikan Mp6. Socket 7 secara khas menggunakan suatu 321-pin ( yang diatur seperti 19 oleh 19 peniti/lencana) SPGA ZIF socket atau 296-pin yang sangat jarang ( yang diatur seperti 37 oleh 37 peniti/lencana) SPGA socket ASURANS. Suatu perluasan Socket 7, Socket Hebat 7, telah dikembangkan oleh AMD untuk K6-2 mereka dan K6-III pengolah untuk beroperasi pada suatu tingkat tarip jam lebih tinggi dan penggunaan AGP.
Socket 563
Socket 563 adalah suatu microPGA socket CPU digunakan eksklusif untuk low-power ( 16 W dan 25 W TDP) Athlon XP-M pengolah ( Model 8& 10). Kaleng Socket ini pada umumnya ditemukan pada laptops dan memerlukan suatu low-power yang gesit di dalam suatu 563-pin khusus µ PGA membungkus yang merupakan berbeda dari Socket A ( 453 peniti/lencana) paket menggunakan untuk lain Athlon pengolah. Terdapat komputer desktop motherboards socket dilengkapi dengan 563. PCChips dikenal untuk mempunyai menjual seperti itu, M863G Ver3 ( benar-benar dibuat oleh ECS), bundled dengan suatu socket 563 pengolah dan suatu heatsink.
Socket 754
Socket 754 adalah socket yang asli untuk Athlon AMD's 64 pengolah desktop. Kaitanya dengan yang terbaru, pengenalan tentang tataruang socket lebih baru yaitu Socket 939 dan AM2, Socket 754 telah menjadi semakin " budget-minded" socket untuk menggunakan dengan AMD Athlon 64 atau Sempron pengolah. Di dalam perbandingan, Socket 754 berbeda dengan Socket 939 pada beberapa area: pendukungan untuk pengontrol memori saluran tunggal ( 64-bits lebar/luas) dengan maksimum untuk 3 DIMMs ( tidak ada pendukungan saluran rangkap) menurunkan HyperTransport mempercepat ( 800 MHz Bi-Directional, 16 alur data bit, atas dan ke arah muara) menurunkan luas bidang data efektif ( 9.6 GB/s) menurunkan motherboard biaya pabrikasi Walaupun AMD telah mempromosikan Socket 754 sebagai platform anggaran pada [atas] desktop dan mendukung pertengahan dan mutakhir para pemakai untuk menggunakan Socket 939 ( dan baru-baru ini Socket Am2) sebagai gantinya, Socket 754 untuk sekali waktu ketika solusi mutakhir AMD's untuk aplikasi yang gesit yaitu: tidak ada Socket 939 Athlon 64 CPUs sudah pernah menjual sebagai pengolah gesit, terkecuali sedikitnya HP tersebut dengan zv6000 rangkaian. Socket S1 telah dilepaskan dan ditujukan untuk menggantikan Socket 754 pasar yang gesit melalui/sampai pendukungan nya untuk inti yang rangkap CPUs dan DDR2 PENUMBUR.
Socket 939
Socket 939 adalah suatu socket CPU yang dilepaskan oleh AMD pada bulan Juni 2004 untuk menggantikan Socket yang sebelumnya 754 untuk Athlon 64 pengolah. Socket 939 telah digantikan oleh Socket Am2 pada bulan Mei 2006. Socket 754 adalah socket yang kedua, merancang untuk AMD64 cakupan pengolah AMD's. Socket 754 telah dibuat dan tersedia pada bulan Juni 2004 dan yang digantikan oleh Socket Am2 pada bulan Mei 2006. AMD telah mengurangi produksi socket ini untuk memusatkan pada platform sekarang dan yang akan datang. Kedua-Duanya tunggal dan dual-core pengolah telah dihasilkan untuk socket ini di bawah Athlon 64, Athlon 64 FX, Athlon 64 X2, Sempron dan Opteron menyebut. Opteron 185 dan Athlon 64 FX-60, kedua-duanya meliputi suatu 2.6 GHz jam mempercepat dan 1 MB Ukur 2 tempat menyembunyikan saban inti, adalah dual-core pengolah yang paling cepat menghasilkan untuk socket ini. Fx-57 menjalankan sedikit lebih cepat pada 2.8GHz, tetapi sebagai pengolah berinti tunggal, tidak akan diharapkan ke outperform di dalam pemakaian normal, dan mendukung saluran rangkap DDR SDRAM memori, dengan 6.4 GB/s luas bidang memori. Socket 939 pengolah mendukung 3DNow, SSE2, dan SSE3 ( revisi E atau kemudian) instruksi menetapkan. Mempunyai satu HyperTransport mata rantai 16 lebar bit yang mempunyai kecepatan seperti 2000 MT/s. Pengolah yang menggunakan socket ini mempunyai 64KB masing-masing Tingkatan 1 instruksi dan tempat menyembunyikan data, dan baik 512KB maupun 1 MB Ukur 2 tempat menyembunyikan.
Socket 940
Socket 940 adalah suatu 940-pin socket untuk 64-bit AMD pengolah server. Socket seluruhnya ditutup dengan antaran, kecuali empat peniti/lencana kunci yang digunakan untuk membariskan pengolah [itu]. AMD Opterons dan yang lebih tua AMD Athlon 64 FX ( FX-51) Socket penggunaan 940. Diharapkan menjadi platform server, pengolah yang menggunakan socket ini hanya menerima memori dicatatkan, sebab, di dalam server, kesalahan memori adalah lebih sedikit bisa diterima dan menyebabkan lebih damage. Penggunaan Socket umum 940 adalah Pasar Server. Socket Rangkap 940 menggunakan 200-series Opterons. Four-socket atau eight-socket penggunaan 800-series Opterons. Socket 940 platform dirancang untuk tenaga mentah dan ketelitian profesional, yang bukan bleeding-edge capaian berjudi. Di samping mempunyai nikmati yang sama jumlah peniti/lencana, Socket 940 dan AM2 bukanlah pin-compatible. Socket 940 pengolah tidak akan cocok tetapi suatu AM2 socket cocok dan sebaliknya. Alasan untuk ini adalah sebab semua 64-bit AMD pengolah, tidak sama dengan semua Intel pengolah sekarang, meliputi kemampuan manajemen memori bukan sebagai suatu chip terpisah pada motherboard.
Socket A
Socket A ( juga dikenal sebagai Socket 462) adalah socket CPU dinggunakan untuk AMD pengolah berkisar antara Athlon Thunderbird kepada Athlon XP/MP 3200+, dan AMD pengolah anggaran yang mencakup Duron dan Sempron. Socket adalah suatu yang mendukung AMD Geode NX dengan menempelkan pengolah ( yang diperoleh dari Athlon yang gesit Xp). Socket adalah suatu nol penyisipan memaksa array panggangan peniti/lencana mengetik dengan 453 peniti/lencana ( sembilan peniti/lencana direncanakan socket tersebut untuk mencegah penyisipan Socket yang kebetulan 370 CPUs). Sisi Medan bus frekwensi mendukung untuk AMD Athlon XP dan Sempron adalah 133 MHz, 166 MHz, dan 200 MHz. AMD tidak merekomendasikan bahwa massa suatu Socket CPU yang lebih dingin melebihi 300 gram ( 10.6 ons). lebih dingin lebih berat bisa mengakibatkan kerusakan dan mati ketika sistem tidaklah dengan baik ditangani. Socket Adalah suatu telah dihentikan menuju ke Socket 754, Socket 939, dan baru-baru ini Socket Am2, kecuali penggunaannya dengan Geode NX pengolah. Bagaimanapun, mikro prosesor dan motherboards dari banyak orang penjual masih tersedia.
Socket S1
Socket S1 adalah jenis socket CPU yang digunakan oleh AMD untuk Turion 64, Athlon 64 Sempron Pengolah kemudahanya dan gesit, yang debuted dengan inti yang rangkap Turion 64 X2 CPUs pada 17 Mei 2006. Socket S1 mempunyai 638 peniti/lencana, dan menggantikan Socket yang ada 754 untuk laptops. Socket S1 telah diharapkan desktop itu motherboards akan nampak menggunakan Socket S1, banyak yang menggunakan Pentium tersebut dengan Socket M 479 ditawarkan. Socket S1 meliputi pendukungan untuk dual-channel DDR2 SDRAM, dual-core yang gesit CPUs, dan virtualisasi teknologi, untuk bersaing dengan Intel yang gesit Inti 2 rangkaian pengolah. Socket S1 menjadi bagian dari generasi socket CPU, sekarang AMD's bersama dengan Socket F ( server) dan Socket Am2 ( Desktop). Selagi dokumentasi teknis siap tersedia untuk generasi AMD socket pengolah lebih awal, Socket " S1G1 Pengolah Lembar Data Fungsional" ( AMD nomor jumlah dokumen 31731) belum dibuat di depan umum tersedia.
Socket 8
Socket 8 socket CPU telah digunakan eksklusif dengan Intel Pentium Yang ahli dan Pentium II Pengolah Komputer Alat penambah kecepatan. Intel menghentikan socket 8 menuju ke Slot 1 dengan pengenalan tentang Pentium II. Socket 8 mempunyai suatu socket segi-empat unik dengan 387 peniti/lencana. Ini mendukung suatu FSB kecepatan berkisar antara 60 sampai 66 MHz, suatu voltase dari 2.1 sampai 3.5 V, dan mendukung untuk Pentium Yang ahli dan Pentium II Alat penambah kecepatan CPUs. Socket 8 juga mempunyai suatu peniti/lencana unik arragement mempola. Satu separuh socket mempunyai peniti/lencana di (dalam) suatu PGA panggangan, separuh penggunaan lain adalah suatu SPGA panggangan.
Socket 370
Socket 370 ( juga mengenal sebagai PGA370 socket) adalah suatu format socket CPU umum yang pertama yang digunakan oleh Intel untuk Pentium III dan Celeron pengolah untuk menggantikan Slot yang lebih tua 1 CPU menghubungkan pada komputer pribadi. Yang " 370" mengacu pada banyaknya lubang di socket untuk peniti/lencana CPU. Socket Modern 370 perabot pada umumnya ditemukan pada Mini-ITX motherboards dan menempelkan sistem. Socket 370 mula-mula digunakan untuk Intel Celeron, tetapi kemudiannya menjadi socket/platform untuk Coppermine dan Tualatin Pentium III pengolah, seperti halnya Via-Cyrix Cyrix III, kemudiannya merubah kembali namanya menjadi VIA C3. Beberapa motherboards Socket digunakan itu 370 pendukungan Intel pengolah di dalam bentuk wujud CPU rangkap. Orang yang mengijinkan penggunaan suatu Socket 370 atau Slot 1 CPU, walaupun tidak pada waktu yang sama. Walaupun tidak secara elektris dapat dipertukarkan, socket juga sudah digunakan beberapa komputer non-x86. Matahari Microsystems menggunakan Socket 370 untuk beberapa model UltraSPARC CPU mereka, selagi Umax membungkus kembali PowerPC 603e di dalam Socket 370 untuk sebagian dari Macintosh mereka clones. Berat suatu Socket 370 CPU yang lebih dingin mestinya tidak melebihi 180 gram. lebih dingin lebih berat bisa mengakibatkan kerusakan dan mati ketika sistem tidak di-handled dengan baik. Platform ini tidaklah secara keseluruhan usang, tetapi penggunaannya hari ini terbatas pada aplikasi khusus, digantikan oleh Socket 423/478/775 (karena Pentium 4 dan Inti 2 pengolah). Via sekarang masih memproduksi Socket 370 pengolah tetapi merasa terikat dengan berpindah tempat garis pengolah mereka ke paket array panggangan peluru/bola.
Socket 423
Socket 423 adalah suatu socket CPU dinggunakan untuk Pentium yang pertama 4 pengolah, berdasar pada Willamette inti. Socket adalah berumur pendek, seperti menjadi nyata bahwa itu disain elektrik membuktikan bahwa tidak cukup untuk meningkat jam mempercepat di luar 2.0 GHz. Intel memproduksi chip yang menggunakan socket ini untuk kurang dari satu tahun, dari November 2000 ke Agustus 2001. Socket 423 telah digantikan oleh Socket 478. " Powerleap Pl-P4/N" adalah suatu alat untuk mengembangkan dalam wujud suatu orang yang mengadaptasikan socket yang membiarkan penggunaan socket 478 pengolah pada socket 423.
Socket 478
Socket 478 adalah suatu jenis socket CPU menggunakan untuk Pentium Intel's 4 dan Celeron rangkaian CPUs. Socket 478 telah dihapus bertahap dengan peluncuran LGA775. Socket 478 telah digunakan untuk semua Northwood Pentium 4s dan Celerons, yang pertama Prescott Pentium 4s, dan beberapa Willamette Celerons dan Pentium 4s. Socket 478 juga mendukung Prescott Celeron D, dan awal Pentium 4 Pengolah Edisi Ekstrim dengan 2MB L3 tempat menyembunyikan. Socket telah diluncurkan dengan Northwood inti untuk bersaing dengan 462-pin AMD's Socket dan mereka mengelolaAthlon XP. Socket 478, yang berakomodasi tinggi dan low-end pengolah, juga penggantian untuk Socket 423, suatu Willamette yang socket pengolah tinggal mencari-cari hanya suatu waktu pendek/singkat. Motherboards itu menggunakan pendukungan socket ini DDR, RDRAM, dan dalam beberapa hal SDRAM. Bagaimanapun, mayoritas DDR didasarkan. Awal motherboards mendukung hanya RDRAM. Bagaimanapun, RDRAM adalah dibandingkan sungguh mahal ke DDR dan SDRAM dan konsumen menuntut suatu alternatif. Revisi kemudiannya ke chipsets Socket pendukung itu 478 FSB kecepatan yang lebih tinggi ditambahkan, DDR kecepatan lebih tinggi, dan pendukungan untuk saluran rangkap DDR. Seperti Socket yang sebelumnya 423, Socket 478 didasarkan pada Teknologi Tingkat tarip Data Alun alun segi empat Intel's.
Socket 479
Socket 479 adalah socket CPU untuk Intel Pentium M dan Celeron M, pengolah gesit yang secara normal yang digunakan laptops, seperti halnya Tualatin-M Pentium III pengolah. Pejabat yang menamai dengan Intel adalah mFCPGA dan mPGA479M. Di samping yang 479, Pentium M Pengolah untuk socket ini hanya digunakan 478. Menggunakan suatu pin-arrangement yang elektrik berbeda dari socket 478, menggunakannya mustahil untuk menggunakan suatu Pentium M di dalam suatu normal 478, namun Pentium M sesuai dengan dengan mesin di dalam suatu Socket 478. Karena alasan ini Asus membuat suatu meneteskan ke dalam ( CT-479) yang biarkan menggunakan socket 479 pengolah di dalam terpilih Asus boards. Yang sekarang ini, satu-satunya chipsets untuk Pentium M adalah Intel 855GM/GME/PM, Intel 915GM/GMS/PM dan Intel 6300ESB. Selagi Intel 855GME chipset mendukung semua Pentium M CPU's, Intel 855GM chipset tidak mendukung 90nm 2MB L2 tempat menyembunyikan ( Dothan inti) models. Baru-baru ini, Intel telah melepaskan suatu socket baru 479 dengan suatu pinout ditinjau kembali untuk Pengolah Inti nya, Socket yang disebut M. Socket ini mempunyai penempatan satu peniti/lencana mengberubah dari Socket yang asli 479 dalam rangka membuat pengolah yang berbeda tidak cocok/bertentangan dengan socket yang salah itu. Socket M mendukung suatu 667 MT/s berhadapan sisi bus dengan Intel 945PM/945GM chipsets.

Socket 603
Socket 603 adalah suatu socket motherboard untuk Xeon pengolah Intel's. Socket 603 telah dirancang oleh Intel sebagai Nol penyisipan memaksa socket yang diharapkan untuk stasiun-kerja dan platform server. Berisi 603 kontak yang arrayed tentang pusat socket, masing-masing kontak mempunyai suatu 1.27mm melemparkan dengan array peniti/lencana reguler, untuk kawin dengan suatu 603-pin paket pengolah. catatan salinaan Intel's memberikan ciri-ciri Socket 603 dari Socket 604 biaya rendah, resiko rendah, volume tinggi sempurna manufacturable, dan multi-sourceable. Semua Socket 603 pengolah menggunakan suatu bus kecepatan 400 MHz dan telah dihasilkan di dalam yang manapun suatu 180 nm proses, atau 130 nm proses. Socket 603 pengolah dapat dimasukkan/disisipkan ke dalam Socket 604 yang dirancang motherboards, tetapi Socket 604 pengolah tidak bisa dimasukkan/disisipi ke dalam Socket 603 yang dirancang motherboards dalam kaitan dengan satu peniti/lencana tambahan. Sekarang ini, Socket 603 pengolah terbentang dari 1.4 GHz 3 GHz. Sekarang ini, tidak ada Socket 604 pengolah diproduksi dengan Intel's " MP" tujuan, selagi Socket beberapa 603 pengolah mempunyai menerima " MP" tujuan. " Mp" hampir kecepatan pengolah adalah pemasukan dari suatu L3 tempat menyembunyikan untuk menaikkan tegangan capaian di dalam multi-processor komputer, bagaimanapun, beberapa socket 604 pengolah kini sedang dihasilkan dengan penambahan dari suatu L3 tempat menyembunyian yang atas 16 MB.
Socket 604
Socket 604 adalah suatu motherboard socket untuk Xeon pengolah Intel's. Socket 604 telah dirancang oleh Intel sebagai Nol Socket Kekuatan Penyisipan yang diharapkan untuk stasiun-kerja dan platform server. Berisi 604 kontak yang arrayed tentang pusat socket, masing-masing kontak mempunyai suatu 1.27mm melemparkan dengan array peniti/lencana reguler, untuk kawin dengan suatu 604-pin pengolah package. Socket 604 pengolah menggunakan suatu bus kecepatan yang manapun 400, 533, 667, 800, atau 1066 MHz dan telah dihasilkan di dalam yang manapun suatu 130 nm memproses, 90 nm memproses, 65 nm proses atau 45nm proses. Socket 604 pengolah tidak bisa dimasukkan/disisipikan ke dalam Socket 603 dirancang motherboards dalam kaitan dengan satu peniti/lencana tambahan menjadi, tetapi Socket 603 pengolah dapat dimasukkan/disisipi ke dalam Socket 604 dirancang motherboards, karena peniti/lencana yang ekstra slot tidak lakukan apapun untuk suatu 603 CPU. Socket 604 pengolah terbentang dari 1.60 GHz melalui/sampai 3.50 GHz, dengan jam yang lebih tinggi menilai hanya menemukan antar NetBurst-based yang lebih lambat Xeons. Sekarang ini Socket yang paling kuat 604 pengolah adalah 7400-series " Dunnington".
Socket B
Socket B, juga dikenal sebagai LGA1366, akan menggantikan Socket desktop Intel's T ( biasanya ditunjuk seperti LGA775) di dalam mutakhir dan segmen desktop capaian, juga menggantikan server mengorientasikan Socket J ( LGA771) di dalam tingkat awal itu. LGA mewakili Array Panggangan Daratan. Seperti pendahulunya, motherboard akan tidak punya lubang, tetapi meletakkan/ menjepit titik-kontak sentuhan yang pada bagian bawah CPU. Satu-Satunya Intel socket CPU masa depan dengan informasi yang berdasar fakta dan akurat yang tersedia adalah Socket B ( LGA1366), diperkenalkan kwartal pertama 2008, seperti halnya CPUs themselves.
Socket J
Socket J, juga mengenal sebagai LGA 771, adalah suatu alat penghubung CPU diperkenalkan oleh Intel pada tahun 2006. Digunakan pengolah server DP-capable paling terbaru Intel's, Dual-Core Xeons codenamed " Dempsey" dan " Woodcrest" dan Quad-Core Clovertown, seperti halnya generasi Inti yang baru 2 Pengolah ekstrim. Socket J mengacu pada pengolah yang now-cancelled codenamed " Jayhawk", yang telah diharapkan ke tindakan pertama di samping/sepanjang alat penghubung ini. Dimaksudkan sebagai pengganti ke Socket 604 dan mengambil banyak tentang disain nya dari LGA 775
Socket P
Intel Socket P adalah penggantian socket pengolah yang gesit untuk Intel yang baru Inti 2 chip. Mempunyai suatu 800 atau 1066 MT/s FSB, yang dapat diswitch ' masih diudara' ke 400MT/s untuk. Diluncurkan pada 9 Mei , 2007, sebagai bagian dari Santa Rosa platform. Socket P mempunyai 478 peniti/lencana, tetapi bukanlah pin-compatible dengan Socket M atau Socket 478. Socket P adalah juga dikenal sebagai suatu 478-pin Fcpga mikro atau µ FCPGA-478.
LGA 775
Socket ini memperkenalkan suatu metoda yang baru, menghubungkan disipasi bahang ke permukaan chip dan motherboard. Dengan LGA775, alat penghubung disipasi bahang dihubungkan secara langsung kepada motherboard pada empat poin-poin, dibandingkan dengan koneksi keduanya Socket 370 dan " clamshell" four-point koneksi Socket 478. Ini telah dilaksanakan untuk menghindari bahaya yang dianggap panas sinks/fans pre-built komputer yang berkurang pemindahan. LGA775 telah diumumkan untuk mempunyai kekayaan disipasi bahang lebih baik dibanding Socket 478. Sebenarnya telah dirancang untuk menggantikannya tetapi Prescott inti CPUs lebih panas dibanding yang sebelumnya Northwood-core Pentium 4 CPUs, dan ini pada awalnya menetralkan keuntungan-keuntungan pemindahan kalor lebih baik. Semua LGA775 pengolah ( Pentium 4, Celeron, Inti 2 ( dan ekstrim) dan Alun alun segi empat Xeon) mempunyai batas beban maksimum mekanis yang berikut yang tidak boleh terlewati perakitan sungap bahang, mengirimkan kondisi-kondisi, atau penggunaan baku.
Source : Farah's Blog

Monday, October 20, 2008

Fungsi Tombol Keyboard


Sebagai lanjutan posing saya bulan yang lalu, yaitu tentang sejarah keyboard, maka kali ini postingan saya tentang fungsi tombol-tombol keyboard :

1. Tombol ALT berfungsi bila penggunaannya dipasangkan dengan tombol lainnya seperti F4 misalnya yang berguna untuk ShutDown atau menutup Windows Program yang sedang aktif.
2. Tombol CTRL akan berfungsi bila penggunaannya dipasangkan dengan tombol lainnya seperti tombol C atau disebut juga CTRL-C akan berguna untuk menyalin saatu objek yang ditunjuk ke dalam clipboard, yang nantinya dapat disalinkan pada area kerja yang ditentukan dengan menggunakan CTRL-V.
3. Tombol F1 – F12 adalah tombol fungsi yang pemanfaatannya disesuaikan dengan sistem operasi atau aplikasi. Misal, F1 biasanya digunakan untuk menampilkan menu Help yang akan memberikan penjelasan mengenai aplikasi yang sedang berjalan
4. Tombol ESC (Escape) adalah tombol yang kegunaanya sama dengan pilihan CANCEL, yaitu untuk membatalkan satu tahap pekerjaan.

5. Tombol Enter adalah tombol yang kegunaanya sama dengan pilihan tombol OK, yaitu untuk menyatakan bahwa operasi yang dilakukan betul dan selesai. Enter juga dapat berarti menyisipkan baris kosong atau baris baru pada proses pemasukan text.
6. Pada Window dialog, menekan tombol TAB berarti pindah ke field atau daerah isian atau pilihan berikutnya. Pada saat proses pengetikan, TAB berarti lompat ke penghentian TAB (tab-stop) terdekat.
7. Tombol Arah berfungsi menggerakan penunjuk karakter (kursor) sesuai arah anak panah bersangkutan.
8. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Backspace akan mengakibatkan karakter (huruf) disebelah kiri kursor terhapus.
9. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Delete akan mengakibatkan karakter(huruf) disebelah kanan atau ditempat dimana kursor berada akan terhapus.
10. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Home akan mengakibatkan kursor berpindah ke awal baris dimana kursor berada.
11. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol End akan mengakibatkan kursor berpindah ke akhir baris dimana kursor berada.
12. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Page Up akan mengakibatkan kursor berpindah ke atas sejauh satu layar dari kursor berada.
13. Berguna pada saat proses pengetikan. Menekan tombol Page Down akan mengakibatkan kursor berpindah ke bawah sejauh satu layar dari kursor berada.

Source : http://duniagus.blogspot.com/

Thursday, September 25, 2008

174 perintah run (text command) untuk windows xp

Berikut ini adalah perintah-perintah run (text command) pada windows XP. Ada sebagian perintah yang berjalan jika sebuah software/aplikasi telah terinstal di sistem.

Program Run Command: Start >> Run

Accessibility Controls = access.cpl
Accessibility Wizard = accwiz
Add Hardware Wizard = hdwwiz.cpl
Add/Remove Programs = appwiz.cpl
Administrative Tools = control admintools
Adobe Acrobat ( if installed ) = acrobat
Adobe Distiller ( if installed ) = acrodist
Adobe ImageReady ( if installed ) = imageready
Adobe Photoshop ( if installed ) = photoshop
Automatic Updates = wuaucpl.cpl
Basic Media Player = mplay32
Bluetooth Transfer Wizard = fsquirt
Calculator calc Ccleaner(if installed) = ccleaner
C: Drive = c:
Certificate Manager = cdrtmgr.msc
Character Map = charmap
Check Disk Utility = chkdsk
Clipboard Viewer = clipbrd
Command Prompt = cmd
Command Prompt = command
Component Services = dcomcnfg
Computer Management = compmgmt.msc
Compare Files = comp
Control Panel = control
Create a shared folder Wizard = shrpubw
Date and Time Properties = timedate.cpl
DDE Shares = ddeshare
Device Manager = devmgmt.msc
Direct X Control Panel ( if installed ) = directx.cpl
Direct X Troubleshooter = dxdiag
Disk Cleanup Utility = cleanmgr
Disk Defragment = dfrg.msc
Disk Partition Manager = diskmgmt.msc
Display Properties = control desktop
Display Properties = desk.cpl
Display Properties(w/Appearance Tab Preselected ) = control color
Dr. Watson System Troubleshooting Utility = drwtsn32
Driver Verifier Utility verifier Ethereal(if installed) = ethereal
Event Viewer = eventvwr.msc
Files and Settings Transfer Tool = migwiz
File Signature Verification Tool = sigverif
Findfast = findfast.cpl
Firefox = firefox
Folders Properties = control folders
Fonts = fonts
Fonts Folder = fonts
Free Cell Card Game = freecell
Game Controllers = joy.cpl
Group Policy Editor ( xp pro ) = gpedit.msc
Hearts Card Game = mshearts
Help and Support = helpctr
Hyperterminal = hypertrm
Hotline Client = hotlineclient
Iexpress Wizard = iexpress
Indexing Service = ciadv.msc
Internet Connection Wizard = icwonn1
Internet Properties = inetcpl.cpl
Internet Setup Wizard = inetwiz
IP Configuration = ipconfig /all
IP Configuration (Display DNS Cache Contents) = ipconfig /displaydns
IP Configuration (Delete DNS Cache Contents) = ipconfig /flushdns
IP Configuration (Release All Connections) = ipconfig /release
IP Configuration (Renew All Connections) = ipconfig /renew
IP Config (Refreshes DHCP & Re-Registers DNS) = ipconfig /registerdns
IP Configuration (Display DHCP Class ID) = ipconfig /showclassid
IP Configuration (Modifies DHCP Class ID) = ipconfig /setclassid
Java Control Panel ( if installed ) = picpl32.cpl
Java Control Panel ( if installed ) = javaws
Keyboard Properties = control keyboard
Local Security Settings = secpol.msc
Local Users and Groups = lusrmgr.msc
Logs You Out of Windows = logoff
Malicious Software Removal Tool = mrt
Microsoft Access ( if installed ) = access.cpl
Microsoft Chat = winchat
Microsoft Excel ( if installed ) = excel
Microsoft Diskpart = diskpart
Microsoft Frontpage ( if installed ) = frontpg
Microsoft Movie Maker = moviemk
Microsoft Management Console = mmc


Microsoft Narrator = narrator
Microsoft Paint = mspaint
Microsoft Powerpoint = powerpnt
Microsoft Word ( if installed ) = winword
Microsoft Syncronization Tool = mobsync
Minesweeper Game = winmine
Mouse Properties = control mouse
Mouse Properties = main.cpl
MS-Dos Editor = edit
MS-Dos FTP = ftp
Nero ( if installed ) = nero
Netmeeting = conf
Network Connections = control netconnections
Network Connections = ncpa.cpl
Network Setup Wizard = netsetup.cpl
Notepad = notepad
Nview Desktop Manager ( if installed ) = nvtuicpl.cpl
Object Packager = packager
ODBC Data Source Administrator = odbccp32
ODBC Data Source Administrator = odbccp32.cpl
On Screen Keyboard = osk
Opens AC3 Filter ( if installed )= ac3filter.cpl
Outlook Express = msimn
Paint = pbrush
Password Properties = password.cpl
Performance Monitor = perfmon.msc
Performance Monitor = perfmon
Phone and Modem Options = telephon.cpl
Phone Dialer = dialer
Pinball Game = pinball
Power Configuration = powercfg.cpl
Printers and Faxes = control printers
Printers Folder= printers
Private Characters Editor = eudcedit
Quicktime ( if installed ) = quicktime.cpl
Quicktime Player ( if installed ) = quicktimeplayer
Real Player ( if installed ) = realplay
Regional Settings = intl.cpl
Registry Editor = regedit
Registry Editor = regedit32
Remote Access Phonebook = rasphone
Remote Desktop = mstsc
Removable Storage = ntmsmgr.msc
Removable Storage Operator Requests = ntmsoprq.msc
Resultant Set of Policy ( xp pro ) = rsop.msc
Scanners and Cameras = sticpl.cpl
Scheduled Tasks control= schedtasks
Security Center = wscui.cpl
Services = services.msc
Shared Folders = fsmgmt.msc
Sharing Session = rtcshare
Shuts Down Windows = shutdown
Sounds Recorder = sndrec32
Sounds and Audio = mmsys.cpl
Spider Solitare Card Game = spider
SQL Client Configuration = clicongf
System Configuration Editor = sysedit
System Configuration Utility = msconfig
System File Checker Utility ( Scan Immediately ) = sfc /scannow
System File Checker Utility ( Scan Once At Next Boot ) = sfc /scanonce
System File Checker Utility ( Scan On Every Boot ) = sfc /scanboot
System File Checker Utility ( Return to Default Settings) = sfc /revert
System File Checker Utility ( Purge File Cache ) = sfc /purgecache
System File Checker Utility ( Set Cache Size to Size x ) = sfc /cachesize=x
System Information msinfo32 System Properties = sysdm.cpl
Task Manager = taskmgr
TCP Tester = tcptest
Telnet Client = telnet
Tweak UI ( if installed ) = tweakui
User Account Management = nusrmgr.cpl
Utility Manager utilman
Volume Serial Number for = C: label
Volume Control = sndvol32
Windows Address Book = wab
Windows Address Book Import Utility = wabmig
Windows Backup Utility ( if installed ) = ntbackup
Windows Explorer = explorer
Windows Firewall = firewall.cpl
Windows Installer Details = msiexec
Windows Magnifier = magnify
Windows Management Infrastructure = wmimgmt.msc
Windows Media Player = wmplayer
Windows Messenger = msnsgs
Windows Picture Import Wizard (Need camera connected) = wiaacmgr
Windows System Security Tool = syskey
Windows Script host settings = wscript
Widnows Updte Launches = wupdmgr
Windows Version ( shows your windows version ) = winver
Windows XP Tour Wizard = tourstart
Wordpad = write
Zoom Utility = igfxzoom

Saturday, September 20, 2008

FUNGSI HUB DAN SWITCH HUB

Dalam Jaringan komputer kita perlu hub yang berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan. Mungkin bila kita hanya akan menghubungkan dua buah PC kita hanya akan memerlukan Kabel
UTP dengan Crimping dengan metode cross cable. Tapi bagaimana halnya dengan 10 PC ? atau 20 PC ? disinilah fungsi hub bekerja dimana komputer2 tersebut akan dihubungkin dengan UTP Straight Cable yang dicolokkan ke port2 yang ada
di hub dan diset dengan IP dengan alamat jaringan yang sama, maka kita akan berada di dalam jaringan komputer yang terdiri lebih dari 2 buah PC.

Sekarang ini banyak orang menilai hub sudah cukup untuk mengatasi problema seperti itu, tetapi dilihat dari sisi lain ternyata hub memiliki sedikit kejelekan dimana dia akan membroadcast semua paket yang akan dikirim ke salah satu IP
Tujuan. Hal ini mungkin tidak akan terasa bila kita hanya memiliki 10 buah PC yang terkoneksi dalam satu jaringan. Tetapi bagaimana dengan ratusan ? atau bahkan mungkin ribuan? disinilah fungsi switch sebenarnya bekerja.Di bidang jaringan komputer seringkali kita mendengar kata hub dan switch, bentuknya mirip dan fungsinya dasarnya juga sama yaitu untuk transfer data dari dan ke komputer-komputer dalam suatu jaringan. Beberapa waktu yang lalu penulis mendapati pertanyaan sederhana mengenai perbedaan antara hub dan switch dari beberapa rekan penulis. Melalui artikel kali ini penulis akan bahas secara singkat mengenai perbedaannya. Dari tampak luar, sebuah hub atau switch terlihat sama, keduanya memiliki jack RJ-45 untuk berhubungan dengan suatu device. Sebelum berbicara mengenai mengenai perbedaan antara keduanya maka ada baiknya kita lihat sejenak mengenai keterbatasan suatu (non switched) ethernet, yaitu hanya satu device yang dapat mentransmit data ke suatu segment pada suatu waktu tertentu. Jika lebih dari satu device berusaha mentransmit data pada waktu yang bersamaan maka akan terjadilah collision. Setelah collision terjadi maka setiap device tadi harus melakukan proses pengiriman data kembali (re-transmit). Dapat dibayangkan jika jumlah segment dalam jaringan semakin bertambah maka otomatis kemungkinan akan terjadinya collision akan semakin besar, dan karena
akibat collision ini semua device akan melakukan proses re-transmit maka otomatis traffic jaringan akan menjadi relatif lebih lambat. Sebelum ditemukannya teknologi switch, suatu jaringan dapat dibagi-bagi ke dalam beberapa segment dengan suatu device yang dinamakan bridge. Bridge memiliki dua buah port ethernet. Jika ada traffic ke dalam jaringan maka secara otomatis bridge akan mengamati device-device yang terlibat di dalamnya dari kedua sisi (melihat berdasarkan MAC address-nya). Bridge kemudian akan mampu membuat keputusan untuk mem-forward atau tidak mem-forward setiap paket data menuju ke device tujuan

Hub
Sama seperti switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast).Hub adalah istilah umum yang digunakan untuk menerangkan sebuah central connection point untuk komputer pada network. Fungsi dasar yang dilakukan oleh hub adalah menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain.

Sebuah hub bisa active atau passive. Active hub bertindak sebagai repeater; ia meregenerasi dan mengirimkan sinyal yang
diperkuat. Passive hub hanya bertindak sebagai kotak sambungan; ia membagi/memisahkan sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke seluruh network.Hub adalah central utnuk topologi star dan mengijinkan komputer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.Kapabilitas yang disediakan hub central utnuk topologi star dan mengijinkan
computer untuk ditambahkan atau dipindahkan pada network dengan relatif mudah.Kapabilitas yang disediakan hub

Fungsi tambahan selain sebagai central connection point, hub menyediakan kemampuan berikut:
- memfasilitasikan penambahan, penghilangan atau pemindahan
- workstation. menambah jarak network (fungsi sebagai repeater)
- menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda
- (Ethernet, Token Ring, FDDI). menawarkan feature yang fault
- tolerance (isolasi kerusakan) memberikan manajemen service yang
- tersentralisasi (koleksi informasi, diagnostic)

Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.

Cara kerja Hub
pada dasarnya adalah sebuah pemisah sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja). Switch
------

Switch
Biasanya switch banyak digunakan untuk jaringan LAN token star.Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing,routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.Switch adalah hub pintar yang mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC address dari packet. Daripada melewatkan packet ke semua port, switch meneruskannya ke port dimana ia dialamatkan. Jadi, switch dapat secara drastis mengurangi traffic network.Switch memelihara daftar MAC address yang dihubungkan ke port-portnya yang ia gunakan untuk menentukan kemana harus mengirimkan paketnya. Karena ia beroperasi pada MAC address bukan pada IP address, switch secara umum lebih cepat daripada sebuah router.

Gambarannya adalah seperti ini :


Kenapa Switch Lebih Baik?
Di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan.Sebagai contoh misalnya ada suatu switch yang pada port-nya terpasang beberapa device berikut ini:
- Computer 1
- Computer 2
- Computer 3
- Printer
- File Server
- Uplink ke internet
Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan.Pada kasus ini, Computer 1 dapat melakukan proses print (cetak) dokumen, sementara itu Computer 2 bisa mengakses file server, dan sementara itu pula Computer 3 dapat
melakukan akses ke Internet. Ini semua bisa dilakukan karena switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja. Ini juga yang disebut dengan hubungan antar device yang simultan dan bersifat independen. Jadi kesimpulannya di dalam switch terdapat suatu mekanisme filtering dan forwarding terhadap traffic jaringan yang melewatinya. Switch Bekerja pada lapisan data link ( Baca posting mengenai OSI Layer ) tetapi memiliki keunggulan di mana masing-masing port memiliki domain collision sendiri ( Port memiliki jalur data sendiri-sendiri ) Switch juga menganut sistem mac address learning dimana dia akan memiliki tabel pernerjemah pusat yang memiliki daftar penerjemah untuk semua port. Switch juga dapat membuat VPN antara port pengirim dan penerima. Switch ini menggunakan transmisi full duplex dimana memiliki jalur antara receive dan transmit data secara terpisah.

dalam mengolah data switch dapat digolongkan dalam tiga jenis :
1. Store and Forward - switch akan meneruskan frame setelah data diterima secara lengkap
2. Cut-Through Switch Meneruskan Frame tanpa menunggu penerimaan frame secara lengkap
3. Fragment Free ( Hybrid ) merupakan kompromi dari kedua jenis switch diatas.
Switch Juga diperkuat oleh teknologi VLAN ( Virtual LAN ) dimana dia mampu Mensegmentasi jaringan LAN secara logika tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan.
Switch juga dapat berfungsi sebagai Spanning Tree protokol yang bersifat redundant jika dia menilai suatu jalur itu sibuk maka dia ( switch ) akan memilih jalur lain yang tidak sibuk.

Friday, September 5, 2008

Serat optik

Serat optik adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Cahaya yang ada di dalam serat optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi serat optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai saluran komunikasi.

Serat optik umumnya digunakan dalam sistem telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan.

Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indek bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.

Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik.

Pembagian Serat optik dapat dilihat dari 2 macam perbedaan :

1. Berdasarkan Mode yang dirambatkan :
Single mode : serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding.
Multi mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.


 Berdasarkan indeks bias core :
Step indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen.
Graded indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.


Bagian-bagian serat optik jenis single mode

Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit Error Rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

Sejarah perkembangan

Penggunaan cahaya sebagai pembawa informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama serat optik. Percobaan ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe serat optik yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis serat optik yang mampu mentransmisikan gambar.

Di lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu cahaya melewati gelas (serat optik) namun juga mencoba untuk ”menjinakkan” cahaya. Kerja keras itupun berhasil ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro.

Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer. Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan jarak hingga hitungan meter.

Sekitar tahun 60-an ditemukan serat optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar listrik ini sedemikian murninya, sehingga konon, seandainya air laut itu semurni serat optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik.

Seperti halnya laser, serat optik pun harus melalui tahap-tahap pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat tidak efisien. Hingga tahun 1968 atau berselang dua tahun setelah serat optik pertama kali diramalkan akan menjadi pemandu cahaya, tingkat atenuasi (kehilangan)-nya masih 20 dB/km. Melalui pengembangan dalam teknologi material, serat optik mengalami pemurnian, dehidran dan lain-lain. Secara perlahan tapi pasti atenuasinya mencapai tingkat di bawah 1 dB/km.

Tahun 80-an, bendera lomba industri serat optik benar-benar sudah berkibar. Nama-nama besar di dunia pengembangan serat optik bermunculan. Charles K. Kao diakui dunia sebagai salah seorang perintis utama. Dari Jepang muncul Yasuharu Suematsu. Raksasa-raksasa elektronik macam ITT atau STL jelas punya banyak sekali peranan dalam mendalami riset-riset serat optik.

 Time Line Pengembangan Fiber Optik

1917 Theory of stimulated emission Albert Einstein mengajukanm sebuah teori tentang emisi terangsang dimana jika ada atom dalam tingkatan energi tinggi 1954 "Maser" developed Charles Townes, James Gordon, dan Herbert Zeiger di Columbia University mengembangkankan "maser" yaitu microwave amplification by stimulated emission of radiation, dimana molekul dari gas amonia memperkuat dan menghasilkan gelombang. . Pekerjaan ini menghabiskan waktu tiga tahun sejak ide Townes pada tahun 1951 untuk mengambil manfaat dari osilasi frekuensi tinggi molekular untuk membangkitkan gelombang dengan penjang gelombang pendek pada gelombang radio. 1958 Pengenalan Konsep Laser Townes dan ahli fisika Arthur Schawlow mempublikasikan paper yang menunjukan bahwa maser dapat dibuat untuk dioperasikan pada daerah infra merah dan optik. .Paper ini menjelaskan tentang konsep laser (light amplification by stimulated emission of radiation)


1960 ditemukannya Continuously operating helium-neon gas laser Laboratorium Riset Bell dan Ali Javan serta koleganya William Bennett, Jr., dan Donald Herriott menemukan sebuah continuously operating helium-neon gas laser. 1960 Ditemukannya Operable laser Theodore Maiman, seorang fisikawan dan insinyur elektro di Hughes Research Laboratories, menemukan operable laser dengan menggunakan sebuah kristal batu rubi sintesis sebagai medium. 1961 Glass fiber demonstration Peneliti industri Elias Snitzer dan Will Hicks mendemontrasikan sinar laser yang diarahkan melalui serat gelas yang tipis. Inti serat gelas tersebut cukup kecil yang membuat cahaya hanya dapat melewati satu bagian saja tetapi banyak ilmuwan menyatakan bahwa serat tidak cocok untuk komunikasi karena rugi rugi cahaya yang terjadi karena melewati jarak yang sangat jauh. 1961 Penggunaan ruby laser untuk keperluan medis Penggunaan laser yang dihasilkan dari batu Rubi yang pertama, Charles Campbell of the Institute of Ophthalmology at Columbia- Presbyterian Medical Center dan Charles Koester of the American Optical Corporation menggunakan prototipe ruby laser photocoagulator untuk menghancurkan tumor pada retina pasien. 1962 Pengembangan Gallium arsenide laser Tiga group riset terkenal yaitu General Electric, IBM, dan MIT’s Lincoln Laboratory secara simultan mengembangkan gallium arsenide laser yang mengkonversikan energi listrk secara langsung ke dalam cahaya infra merah dan perkembangan selanjutnya digunakan untuk pengembangan CD dan DVD player serta penggunaan laser printer. 1963 Heterostructures Ahli fisika Herbert Kroemer mengajukan ide yaitu heterostructures, kombinasi dari lebih dari satu semikonduktor dalam layer-layer untuk mengurangi kebutuhan energi untuk laser dan membantu untuk dapat bekerja lebih efisien. Heterostructures ini nantinya akan digunakan pada telepon seluler dan peralatan elektronik lainnya.


1966 kertas Landmark pada optical fiber Charles Kao dan George Hockham yang melakukan penelitian di Standard Telecommunications Laboratories Inggris mempublikasikan landmark paper yang mendemontrasikan bahwa fiber optik dapat mentransmisikan sinar laser yang sangat sedikit rugi-ruginya jika gelas yang digunakan sangat murni. Dengan penemuan ini kemudian para peneliti lebih fokus pada bagaimana cara memurnikan bahan gelas. 1970 Fiber Optik yang memenuhi standar kemurnian. Ilmuwan Corning Glass Works yaitu Donald Keck, Peter Schultz, dan Robert Maurer melaporkan penemuan fiber optik yang memenuhi standar yang telah ditentukan oleh Kao dan Hockham. Gelas yang paling murni yang dibuat terdiri atas gabungan silika dalam tahap uap dan mampu mengurangi rugi-rugi cahaya kurang dari 20 decibels per kilometer. Pada 1972 tim ini menemukan gelas dengan rugi-rugi cahaya hanya 4 decibels per kilometer. Juga pada tahun 1970, Morton Panish dan Izuo Hayashi dari Bell Laboratories dengan tim Ioffe Physical Institute di Leningrad, mendemontrasikan semiconductor laser yang dapat dioperasikan pada temperatur ruang. Kedua penemuan tersebut merupakan terobosan dalam komersialisasi penggunaan fiber optik. 1973 Proses Chemical vapor deposition John MacChesney dan Paul O. Connor pada Bell Laboratories mengembangkan proses chemical vapor deposition process yang memanaskan uap kimia dan oksigen ke bentuk ultratransparent glass yang dapat diproduksi masal ke dalam fiber optik yang mempunyai rugi-rugi sangat kecil. 1975 Komersialisasi Pertama dari semiconductor laser Insinyur pada Laser Diode Labs mengembangkan semiconductor laser komersial pertama yang dapat dioperasikan pada suhu kamar. 1977 Perusahaan telepon menguji coba penggunaan fiber optic Perusahaan telepon memulai penggunaan fiber optik yang membawa lalu lintas telepon. GTE membuka jalur antara Long Beach dan Artesia, California, yang menggunakan transmisi light-emitting diode. Bell Labs mendirikan sambungan yang sama pada sistem telepon di Chicago dengan jarak 1,5 mil di bawah tanah yang menghubungkan 2 s switching station.

1980 Sambungan Fiber-optic telah ada di Kota kota besar di Amerika AT&T mengumumkan akan menginstal fiber-optic yang menghubungkan kota kota antara Boston dan Washington D.C. kemudian dua tahun kemudian MCI mengumumkan untuk melakukan hal yang sama. 1987 "Doped" fiber amplifiers David Payne di University of Southampton memperkenalkan fiber amplifiers yang dikotori oleh elemen erbium. optical amplifiers abru ini mampu menaikan sinyal cahaya tanpa harus mengkonversikan terlebih dahulu ke dalam energi listrik. 1988 Kabel Pertama Transatlantic Fiber-Optic Kabel Translantic yang pertama menggunakan fiber glass yang sangat transparan sehingga repeater hanya dibutuhkanb ketika sudah mencapai 40mil. 1991 Optical Amplifiers Emmanuel Desurvire di Bell Laboratories serta David Payne dan P. J. Mears dari University of Southampton mendemontrasikan optical amplifiers yang terintegrasi dengan kabel fiber optic tersebut. Keuntungannya adalah dapat membawa informasi 100 kali lebih cepat dari pada kabel electronic amplifier. 1996 optic fiber cable yang menggunakan optical amplifiers ditaruh di samudera pasifik TPC-5, sebuah optic fiber merupakan fiber optic pertama yang menggunakan optical amplifiers. Kabel ini melewati samudera pasifik mulai dari San Luis Obispo, California, ke Guam, Hawaii, dan Miyazaki, Japan, dan kembali ke Oregon coast dan mampu untuk menangani 320,000 panggilan telepon. 1997 Fiber Optic menghubungkan seluruh dunia Fiber Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan abel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

Generasi Perkembangan Serat Optik

Berdasarkan penggunaannya maka sistem komunikasi serat optik (SKSO) dibagi menjadi 4 tahap generasi yaitu :

1. Generasi pertama (mulai 1975)
Sistem masih sederhana dan menjadi dasar bagi sistem generasi berikutnya, terdiri dari : alat encoding : mengubah input (misal suara) menjadi sinyal listrik transmitter : mengubah sinyal listrik menjadi sinyal gelombang, berupa LED dengan panjang gelombang 0,87 mm. serat silika : sebagai penghantar sinyal gelombang repeater : sebagai penguat gelombang yang melemah di perjalanan receiver : mengubah sinyal gelombang menjadi sinyal listrik, berupa fotodetektor alat decoding : mengubah sinyal listrik menjadi output (misal suara) Repeater bekerja melalui beberapa tahap, mula-mula ia mengubah sinyal gelombang yang sudah melemah menjadi sinyal listrik, kemudian diperkuat dan diubah kembali menjadi sinyal gelombang. Generasi pertama ini pada tahun 1978 dapat mencapai kapasitas transmisi sebesar 10 Gb.km/s.

2 Generasi kedua (mulai 1981)

Untuk mengurangi efek dispersi, ukuran teras serat diperkecil agar menjadi tipe mode tunggal. Indeks bias kulit dibuat sedekat-dekatnya dengan indeks bias teras. Dengan sendirinya transmitter juga diganti dengan diode laser, panjang gelombang yang dipancarkannya 1,3 mm. Dengan modifikasi ini generasi kedua mampu mencapai kapasitas transmisi 100 Gb.km/s, 10 kali lipat lebih besar daripada generasi pertama.

3. Generasi ketiga (mulai 1982)

Terjadi penyempurnaan pembuatan serat silika dan pembuatan chip diode laser berpanjang gelombang 1,55 mm. Kemurnian bahan silika ditingkatkan sehingga transparansinya dapat dibuat untuk panjang gelombang sekitar 1,2 mm sampai 1,6 mm. Penyempurnaan ini meningkatkan kapasitas transmisi menjadi beberapa ratus Gb.km/s.

4. Generasi keempat (mulai 1984)


Dimulainya riset dan pengembangan sistem koheren, modulasinya yang dipakai bukan modulasi intensitas melainkan modulasi frekuensi, sehingga sinyal yang sudah lemah intensitasnya masih dapat dideteksi. Maka jarak yang dapat ditempuh, juga kapasitas transmisinya, ikut membesar. Pada tahun 1984 kapasitasnya sudah dapat menyamai kapasitas sistem deteksi langsung. Sayang, generasi ini terhambat perkembangannya karena teknologi piranti sumber dan deteksi modulasi frekuensi masih jauh tertinggal. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa sistem koheren ini punya potensi untuk maju pesat pada masa-masa yang akan datang.

5. Generasi kelima (mulai 1989)

Pada generasi ini dikembangkan suatu penguat optik yang menggantikan fungsi repeater pada generasi-generasi sebelumnya. Sebuah penguat optik terdiri dari sebuah diode laser InGaAsP (panjang gelombang 1,48 mm) dan sejumlah serat optik dengan doping erbium (Er) di terasnya. Pada saat serat ini disinari diode lasernya, atom-atom erbium di dalamnya akan tereksitasi dan membuat inversi populasi*, sehingga bila ada sinyal lemah masuk penguat dan lewat di dalam serat, atom-atom itu akan serentak mengadakan deeksitasi yang disebut emisi terangsang (stimulated emission) Einstein. Akibatnya sinyal yang sudah melemah akan diperkuat kembali oleh emisi ini dan diteruskan keluar penguat. Keunggulan penguat optik ini terhadap repeater adalah tidak terjadinya gangguan terhadap perjalanan sinyal gelombang, sinyal gelombang tidak perlu diubah jadi listrik dulu dan seterusnya seperti yang terjadi pada repeater. Dengan adanya penguat optik ini kapasitas transmisi melonjak hebat sekali. Pada awal pengembangannya hanya dicapai 400 Gb.km/s, tetapi setahun kemudian kapasitas transmisi sudah menembus harga 50 ribu Gb.km/s.

6. Generasi keenam


Pada tahun 1988 Linn F. Mollenauer memelopori sistem komunikasi soliton. Soliton adalah pulsa gelombang yang terdiri dari banyak komponen panjang gelombang. Komponen-komponennya memiliki panjang gelombang yang berbeda hanya sedikit, dan juga bervariasi dalam intensitasnya. Panjang soliton hanya 10-12 detik dan dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang saling berdekatan, sehingga sinyal-sinyal yang berupa soliton merupakan informasi yang terdiri dari beberapa saluran sekaligus (wavelength division multiplexing). Eksperimen menunjukkan bahwa soliton minimal dapat membawa 5 saluran yang masing-masing membawa informasi dengan laju 5 Gb/s. Cacah saluran dapat dibuat menjadi dua kali lipat lebih banyak jika dibunakan multiplexing polarisasi, karena setiap saluran memiliki dua polarisasi yang berbeda. Kapasitas transmisi yang telah diuji mencapai 35 ribu Gb.km/s.

Cara kerja sistem soliton ini adalah efek Kerr, yaitu sinar-sinar yang panjang gelombangnya sama akan merambat dengan laju yang berbeda di dalam suatu bahan jika intensitasnya melebihi suatu harga batas. Efek ini kemudian digunakan untuk menetralisir efek dispersi, sehingga soliton tidak akan melebar pada waktu sampai di receiver. Hal ini sangat menguntungkan karena tingkat kesalahan yang ditimbulkannya amat kecil bahkan dapat diabaikan. Tampak bahwa penggabungan ciri beberapa generasi teknologi serat optik akan mampu menghasilkan suatu sistem komunikasi yang mendekati ideal, yaitu yang memiliki kapasitas transmisi yang sebesar-besarnya dengan tingkat kesalahan yang sekecil-kecilnya yang jelas, dunia komunikasi abad 21 mendatang tidak dapat dihindari lagi akan dirajai oleh teknologi serat optik.

Monday, July 21, 2008

SEJARAH KEYBOARD

Keyboard merupakan alat input standar yang sangat esensial pada sebuah PC. Tahukah Anda kapan keyboard atau papan ketik pertama kali ditemukan? Jawabannya adalah pada tahun 1864 yang kemudian dipatenkan oleh Christopher Latham Sholes pada 1868.
Keyboard yang kita kenal sekarang ini memiliki nama resmi Qwerty yang di ambil dari enam huruf pertama pada "home row". Home row sendiri merupakan istilah untuk deretan alfabet kedua (posisinya di tengah) keyboard. Dideretan inilah seharusnya user atau juru ketik menempatkan jari-jarinya jika sedang tidak mengetik.
Lalu, kenapa tombol-tombol alfabet pada keyboard ditempatkan secara acak? Alasannya adalah untuk memperlambat pengetikan. Kenapa? Pada awalnya mesin ketik dibuat senyaman mungkin untuk penggunanya, tetapi akibatnya, para pengguna malah dapat mengetik dengan kecepatan tinggi. Hal ini membuat pengait- pengait karakter pada mesin ketik menjadi sering tersangkut.
Setelah beberapa bulan mencari cara untuk mengatasi sering menyangkutnya pengait tersebut, Sholes mengacak posisi alfabet pada mesin ketik seperti sekarang ini. Dan setelah teknologi mesin ketik berkembang ke mesin ketik elektrik sampai ke komputer, urutan alfabet yang acak tersebut tetap digunakan.
Untuk komputer, keyboard pertama kali digunakan pada tahun 1964. Sebuah perangkat yangdibuat oleh MIT, Bell Laboratories, dan General Electric yang disebut Mulitics berhasil menggabungkan video display terminal (monitor CRT saat ini-Red) dengan mesin ketik elektrik. Layout Qwerty temuan Christopher Latham Sholes tetap digunakan, meski pada keyboard saat ini, sejumlah function keys sudah diimplementasikan

Sejarah mouse


Mouse, atau yang dalam bahasa Indonesianya disebut tetikus, sering kita gunakan sehari-hari.Ternyata, banyak perkembangan mouse dari awal mulanya dibuat hingga mouse canggih yang sangat populer saat ini.
Mouse pertama ditemukan oleh Douglas Engelbart dari Stanford Research Institute pada tahun 1963.Mouse adalah satu dari beberapa alat penunjuk (pointing device) yang dikembangkan untuk oN Line System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse, yang pada mulanya disebut “bug”, juga dikembangkan beberapa alat pendeteksi gerakan tubuh yang lain, misalnya alat yang diletakkan di kepala untuk mendeteksi gerakan dagu. Karena kenyamanan dan kepraktisannya, mouse-lah yang dipilih.Mouse pertama berukuran besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus untuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbart kemudian mematenkannya pada 17 November 1970, dengan nama Penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y Position Indicator For A Display System). Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart bermaksud pengguna memakai mouse dengan satu tangan secara terus-menerus, sementara tangan lainnya mengoperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.MOUSE BOLA Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970. Ia menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipe
Sejarah Mouse

Mouse pertama berukuran besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus untuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbart kemudian mematenkannya pada 17November 1970, dengan nama Penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y Position Indicator For A Display System). Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart bermaksud pengguna memakai mouse dengan satu tangan secara terus-menerus, sementara tangan lainnya mengoperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol. MOUSE BOLA
Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970. Ia menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipe Trackball, yaitu jenis mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari, yang populer antara tahun 1980 sampai 1990. Xerox PARC juga mempopulerkan penggunaan keyboard QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutuhkan saja.Mouse saat ini mengikuti desain École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) yang diinspirasikan oleh Professor Jean-Daniel Nicoud.
Gambar 3: Beberapa paten desain mouse (dari kiri ke kanan): Buatan mouse buatan Engelbard,mouse bola dengan 4 roller oleh Rider, dan mouse bola dengan 2 roller dan sebuah pegas oleh Opocentsky (seperti pada mouse bola saat ini).

MOUSE OPTIKAL
Selain mouse bola, saat ini banyak digunakan mouse optikal. Mouse optikal lebih unggul dari mouse bola karena lebih akurat dan perawatannya lebih mudah dibandingkan mouse bola. Mouse optikal
tidak perlu dibersihkan, berbeda dengan mouse bola yang harus sering dibersihkan karena banyak debu yang menempel pada bolanya.
Mouse optikal pertama dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (light emitting diode) dan photo dioda untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal pertama hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris-garis biru--abu-abu.
Mouse optikal saat ini dapat digunakan hampir di semua permukaan padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya. Mouse optikal saat ini bekerja dengan menggunakan sensor optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu frame gambar selama mouse bergerak. Perubahan dari frame-frame gambar tersebut diterjemahkan oleh chip khusus menjadi posisi X dan Y yang kemudian dikirim ke komputer.
MOUSE LASER
Mouse laser pertama kali diperkenalkan oleh Logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerja sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama Logitech MX 1000. Logitech mengklaim bahwa mouse laser memilki tingkat akurasi 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Dasar kerja mouse optikal dan mouse laser hampir sama, perbedaannya hanya penggunaan laser kecil sebagai pengganti LED digunakan oleh mouse optikal.Saat ini mouse laser belum banyak digunakan, mungkin karena harganya yang masih mahal.

Dari semua perkembangan mouse, yang tidak banyak berubah adalah jumlah tombolnya. Semua
mouse memiliki tombol antara satu sampai tiga buah. Mouse pertama memiliki satu tombol. Kebanyakan mouse saat ini, yang didesain untuk Microsoft Windows, memiliki dua tombol.Beberapa mouse modern juga memiliki sebuah Wheel untuk mempermudah scrolling. Sementara itu,Apple memperkenalkan mouse satu tombol, yang tidak berubah hingga kini.

Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, yaitu menggunakan teknologi wireless seperti Infra Red, gelombang radio ataupun Bluetooth. Mouse wireless yang populer saat ini menggunakan gelombang radio ataupun Bluetooth. Sedangkan mouse yang menggunakan Infra Red kurang begitu populer karena jarak jangkauannya yang terbatas, selain itu juga kurang praktis karena antara mouse dan penerimanya tidak boleh terhalang.

by Agam Rosyidi June 29, 2007
http://rosyidi.com/mengapa-disebut-mouse/
Referensi :
Majalah Computer Easy Edisi 08, Agustus 2003
Sejarah Mouse
.

Sunday, July 20, 2008

Sejarah Telepon Seluler

Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amrik dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.

Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.

Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.

Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.

Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.

Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.

Sejarah Telepon




Alexander Graham Bell, Penemu Telepon


Saat ini komunikasi antar manusia makin mudah karena udah ada fasilitas telepon yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Lalu siapa tokoh yang paling berjasa dibalik penemuan telepon? Dia adalah Alexander Graham Bell yang pertama kali menemukan alat komunikasi ini.

Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di
Edinburg, Scotland. Bell berasal dari keluarga yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah seorang psikolog dan elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell merupakan seorang elucution professor.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orang-orang yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.

Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865 Bell mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.

Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian, makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston yang merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain itu Bell juga bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.

Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.

Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang dibiayai oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.


Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya Thomas Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk menghantarkan bunyi yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875.

Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet. Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk “electric speaking telephone”.

Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya dia berhasil mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you” pada tanggal 10 Maret 1876.

Tuesday, June 17, 2008

Pengantar Wireless-LAN 2.4GHz

Wireless LAN yang biasa disingkat WLAN menjadi teknologi alternatif dan relatif murah untuk diimplementasikan di Indonesia, kondisi ini terjadi karena mahalnya infrastruktur kabel telepon dan masih dikuasai oleh satu lembaga. Teknologi WLAN yang menjadi pertimbangan adalah perangkat yang bekerja di frekuensi 2.4GHz atau disebut sebagai pita frekuensi ISM (Industrial, Scientific and Medical). Frekuensi ini secara internasional dibebaskan atau unregulated, terkecuali di Indonesia saat ini sedang dibuat aturannya. Semoga saja tidak menyimpang jauh dari aturan internasionalnya sendiri.

1. Teknologi Dasar
Fungsi utama dari Wireless LAN adalah untuk menjangkau wilayah LAN yang sulit dicapai dengan kabel tembaga biasa (copper wire), juga untuk menjangkau pengguna bergerak (mobile-users). Ada empat komponen utama dalam membangun jaringan WLAN ini:

  1. Access Point, merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari klien ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
  2. Wireless LAN Interface, merupakan device yang dipasang di Access-Point atau di Mobile/Desktop PC, device yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card.
  3. Wired LAN, merupakan jaringan kabel yang sudah ada, jika Wired LAN tidak ada maka hanya sesama WLAN saling terkoneksi.
  4. Mobile/Desktop PC, merupakan perangkat akses untuk klien, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan PC Card PCMCIA dalam bentuk ISA (Industry Standard Architecture) atau PCI (Peripheral Component Interconnect) card.

Secara relatif perangkat Access-Point ini mampu menampung beberapa sampai ratusan klien secara bersamaan. Beberapa vendor hanya merekomendasikan belasan sampai sekitar 40-an klien untuk satu Access Point. Meskipun secara teorinya perangkat ini bisa menampung banyak namun akan terjadi kinerja yang menurun karena faktor sinyal RF itu sendiri dan kekuatan sistem operasi Access Point. Saat ini sistem operasi Access Point dikembangkan dengan dasar prosesor i486 dan RAM 4-8MB.

Komponen logik dari Access Point adalah ESSID (Extended Service Set IDentification) yang merupakan standar dari IEEE 802.11. Klien harus mengkoneksikan PCMCIA cardnya ke Access Point dengan ESSID tertentu supaya transfer data bisa terjadi. ESSID menjadi autentifikasi standar dalam komunikasi wireless. Dalam segi keamanan beberapa vendor tertentu membuat kunci autentifikasi tertentu untuk proses autentifikasi dari klien ke Access Point.
Rawannya segi keamanan ini membuat IEEE mengeluarkan standarisasi Wireless Encryption Protocol (WEP), sebuah aplikasi yang sudah ada dalam setiap PCMCIA card. WEP ini berfungsi meng-encrypt data sebelum ditransfer ke sinyal RF, dan men-decrypt kembali data dari sinyal RF. Enkripsi yang umum dipakai adalah sebesar 40bit dan ada beberapa vendor tertentu yang mengeluarkan WEP sampai 128bit. 2. Spread Spectrum

Bagaimana data bisa bergerak di udara? Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan teknologi yang dipakai adalah Spread-Sprectum Technology (SST). Dengan teknologi ini memungkinkan beberapa user menggunakan pita frekuensi yang sama secara bersamaan. SST ini merupakan salah satu pengembangan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Dengan urutan kode (code sequence) yang unik data ditransfer ke udara dan diterima oleh tujuan yang berhak dengan kode tersebut. Dengan teknologi Time Division Multiple Access (TDMA) juga bisa diaplikasikan (data ditransfer karena perbedaan urutan waktu/time sequence).
Dalam teknologi SST ada dua pendekatan yang dipakai yaitu:

  1. Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), sinyal ditranfer dalam pita frekuensi tertentu yang tetap sebesar 17MHz. Prinsip dari metoda direct sequence adalah memancarkan sinyal dalam pita yang lebar (17MHz) dengan pemakaian pelapisan (multiplex) kode/signature untuk mengurangi interferensi dan noise. Untuk perangkat wireless yang bisa bekerja sampai 11Mbps membutuhkan pita frekuensi yang lebih lebar sampai 22MHz. Pada saat sinyal dipancarkan setiap paket data diberi kode yang unik dan berurut untuk sampai di tujuan, di perangkat tujuan semua sinyal terpancar yang diterima diproses dan difilter sesuai dengan urutan kode yang masuk. Kode yang tidak sesuai akan diabaikan dan kode yang sesuai akan diproses lebih lanjut.
  2. Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS), sinyal ditransfer secara bergantian dengan menggunakan 1MHz atau lebih dalam rentang sebuah pita frekuensi tertentu yang tetap. Prinsip dari metoda frequency hopping adalah menggunakan pita yang sempit yang bergantian dalam memancarkan sinyal radio. Secara periodik antara 20 sampai dengan 400ms (milidetik) sinyal berpindah dari kanal frekuensi satu ke kanal frekuensi lainnya.

Pita 2.4GHz dibagi-bagi ke dalam beberapa sub bagian yang disebut channel/kanal. Salah satu standar pembagian kanal ini adalah sistem ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dengan membagi kanal dimulai dengan kanal 1 pada frekuensi 2.412MHz, kanal 2 2.417MHz, kanal 3 2.422MHz dan seterusnya setiap 5MHz bertambah sampai kanal 13.
Dengan teknologi DSSS maka untuk satu perangkat akan bekerja menggunakan 4 kanal (menghabiskan 20MHz, tepatnya 17MHz). Dalam implementasinya secara normal pada lokasi dan arah yang sama hanya 3 dari 13 kanal DSSS yang bisa dipakai. Parameter lain yang memungkinkan penggunaan lebih dari 3 kanal ini adalah penggunaan antena (directional antenna) dan polarisasi antena itu sendiri (horisontal/vertikal). Penggunaan antena Omni-directional akan membuat sinyal ditransfer ke seluruh arah (360 derajat).
Teknologi FHSS ditujukan untuk menghindari noise/gangguan sinyal pada saat sinyal ditransfer, secara otomatis perangkat FHSS akan memilih frekuensi tertentu yang lebih baik untuk transfer data. Kondisi ini menjadikan satu keuntungan dibandingkan dengan DSSS.
Teknologi DSSS dan FHSS tidak saling interoperable artinya perangkat DSSS tidak akan bisa melakukan koneksi ke perangkat FHSS dan sebaliknya. Berikut adalah tabel perbandingan DSSS dengan FHSS:

Manakah yang lebih baik? Pertanyaan ini bisa membuat flame-war tersendiri baik di kalangan vendor pembuat perangkat maupun penggunanya. Masing-masing akan berargumentasi produknya yang terbaik, dengan kata lain sulit untuk membandingkan teknologi mana yang lebih baik karena implementasi wireless 2.4GHz penuh dengan trik, di mana trik yang telah dikembangkan di wilayah tertentu belum tentu akan berhasil sempurna diimplementasikan di tempat lain.
Vendor wireless dan produknya yang mengembangkan perangkat spread-spectrum 2.4GHz antara lain:

  • Cisco Systems Aironet 340 Series
  • Lucent Technologies Orinoco
  • 3Com AirConnect
  • Apple Computer AirPort
  • BreezeCOM BreezeACCESS, BreezeNET PRO 11, and BreezeNET DS.11
  • Enterasys RoamAbout
  • Intermec Intermec 2101, 2100, and 2102
  • Nokia A020, A032
  • Nortel Networks e-Mobility
  • Proxim Harmony, RangeLAN-DS, RangeLAN2, Symphony, and Stratum
  • Symbol Technologies Spectrum24

3. Teknologi Alternatif
Selain teknologi Spread Spectrum dengan metoda DSSS dan FHSS ada beberapa teknologi alternatif lainnya yang masih dikembangkan.
BlueTooth
BlueTooth awalnya dikembangkan untuk mengkoneksikan laptop, PDA (Personal Digital Assistance) dan Telepon Selular secara wireless. Merupakan generasi mendatang jaringan peer-to-peer. Spesifikasi awal BlueTooth disiapkan untuk wireless voice dan transmisi data jarak pendek.
HiperLAN 2
High Performance Radio LAN type 2 adalah broadband wireless yang beroperasi di frekuensi 5Ghz dengan transmisi bisa mencapai 54Mbps. HiperLAN 2 dipromosikan oleh FCC (Federal Communications Commission) dan ETSI Broadband Radio Access Network (BRAN) dan lebih banyak dikembangkan di Eropa.
IEEE 802.11
Standar IEEE 802.11 mengkhususkan pengembangan teknologi lapisan fisik dan link wireless LAN (lapisan 1 dan 2 OSI). Ada 6 standar yang dipakai:

  • 802.11a, 5GHz dengan teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplex)
  • 802.11b, DSSS pada lapisan fisik dengan transfer data 5.5 sampai 11Mbps.
  • 802.11d, standar kebutuhan fisik (channel, hopping, pattern, MIB snmp)
  • 802.11e, pengembangan aplikasi LAN dengan Quality of Service (QoS), keamanan dan autentifikasi untuk aplikasi seperti suara, streaming media dan konferensi video.
  • 802.11f, rekomendasi praktis untuk Multi-Vendor Access Point Interoperability melalui Inter-Access Point Protocol Access Distribution System Support.
  • 802.11g, standar untuk penggunaan DSSS dengan transfer 20Mbps dan OFDM 54Mbps. Standar ini backward-compatible dengan 802.11b dan bisa dikembangkan sampai lebih dari 20Mbps

4. Istilah
Berikut beberapa istilah yang akan sering dijumpai dalam dunia wireless 2.4GHz:

Broadband:

sebuah tipe transmisi data dengan menggunakan satu media dengan membawa beberapa kanal sekaligus, contohnya TV Kabel.
Bandwidth:

ukuran lebar pita frekuensi yang digunakan dalam sinyal radio, contohnya bandwidth total dari perangkat 2.4GHz adalah 80MHz. Dalam bit rate lebih sering ditujukan untuk menampilkan kecepatan transfer data, misalnya 11Mbps untuk perangkat mutakhir wireless 2.4GHz.
Bit-rate:

kecepatan bit data yang ditransmisikan ke lapisan fisik (dalam konteks lapisan OSI), sering juga disebut sebagai signalling rate, sedikit berbeda dengan arti throughput. Throughput umumnya merupakan hasil akhir pengetesan sebuah koneksi dengan data yang besar dan dalam waktu yang tidak singkat.
Carrier:

frekuensi dasar yang digunakan oleh sistem. Proses modulasi akan menghasilkan sinyal tengah dari lebar pita bandwidth yang tersedia.
Carrier-Sense:

pengecekan transmisi ke media yang ada untuk menentukan proses transmit, umumnya dengan mengukur tingkat kekuatan sinyal yang diterima.
CDMA:

Code Division Multiple Access, teknik yang digunakan untuk membagi bandwidth yang sama ke dalam kanal yang berbeda dengan menggunakan urutan kode.
CSMA:

Carrier Sense Multiple Access, penggunaan carrier sense untuk mengakses media. Merupakan salah satu metoda utama dalam jaringan ethernet.
CSMA/CD:

CSMA Collision Detection, sebuah metoda dalam ethernet dengan terlebih dahulu mendeteksi tumbukan/tabrakan (collision).
CSMA/CA:

CSMA Collision Avoidance, sebuah metoda dalam wireless LAN dengan menghindari tumbukan.
Cell:

sel, kumpulan node dalam area yang sama yang bisa saling berkomunikasi, node yang berada di luar jangkauan harus dibentuk sebuah sel baru.
Channel:

kanal, dalam istilah radio merupakan sinonim dari lebar frekuensi tertentu. Bisa juga merupakan sebuah koneksi stream dari satu titik ke titik lain (bisa satu atau banyak), contoh sederhananya adalah channel TV.
dB

(decibel): merupakan ekspresi logaritmik dari sebuah nilai. Digunakan dalam menyatakan kekuatan sinyal (signal strength) dengan ekspresi dBm (decibel-miliWatt: referensi 1mWatt setara dengan 0dBm). Perbedaan antara dua nilai dinyatakan dalam dB (tanpa m).
Fading:

variasi dalam kinerja kanal terhadap perubahan lingkungan, mengakibatkan perubahan dalam kekuatan penerimaan sinyal.
FEC:

Forward Error Correction, sebuah teknik yang digunakan dalam menanggulangi kesalahan yang dibuat dalam kanal yang banyak gangguan/noise dengan menambah bit redundancy dalam transmisi data.
Modem:

Modulator Demodulator, dalam perangkat radio adalah bagian yang mengkonversikan data bit ke dalam modulasi radio. Secara umum adalah perangkat yang mengkonversikan digital ke analog dan sebaliknya.
Modulasi:

sebuah teknik yang mengkodekan informasi dalam frekuensi radio. Ada dua teknik yang sering dipakai yaitu modulasi amplitudo (AM - merubah kekuatan gelombang) dan modulasi frekuensi (FM - merubah waktu frekuensi).
Noise:

sinyal yang tidak dibutuhkan oleh perangkat radio, bisa berupa sinyal background, sinyal interferensi maupun transmisi di luar jaringan.
Roaming:

kemampuan berpindah sel dalam satu jaringan.
SNR:

Signal to Noise Ratio, perbedaan kekuatan sinyal yang diharapkan terhadap sinyal noise ataupun sinyal yang tak diinginkan.
ISM:

Industrial Scientific Medical, konteks implementasi dari sebuah teknologi. Frekuensi ISM berada pada 900MHz, 2.4GHz dan 5GHz. Untuk kepentingan ISM secara internasional frekuensi tersebut dibebaskan tanpa perlu lisensi khusus.
Bridge:

merupakan perangkat yang menghubungkan jaringan dengan jaringan (bisa sama atau berbeda). Perangkat wireless LAN umumnya difungsikan sebagai bridge.
BSS:

Basic Service Set, merupakan kondisi yang diimplementasikan di perangkat Access Point, seluruh node melakukan transmisi ke Access Point, dan disebar ke node lain.
IBSS:

Independent BSS, merupakan bentuk sederhana wireless LAN yang terdiri dari beberapa node yang masing-masing bisa saling melihat yang lain (peer-to-peer) dan tidak ada yang bertindak sebagai Access-Point.
Ad-hoc:

merupakan istilah lain dari IBS

All